Hitsgrab.org



Title:Pengakuan Korban Gempa Palu, Perumnas Balaroa Bergeser hingga 500 Meter
Duration:00:03:22
Viewed:778,970x
Published:04 October 2018
Source:Youtube
Like This ?:

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kondisi Perumnas Balaroa, Kelurahan Balaroa, Palu Barat, Kota Palu, Sulteng seperti halnya kapal yang karam.

Bagaimana tidak, ratusan unit rumah di Perumnas tertua di Kota Palu ini hancur berbentuk seperti pusara dan struktur tanah dan rumah terlihat bergelombang.

Salah satu warga Balaroa, Hj. Misnah (59) mengaku, terlihat jelas saat gempa melanda diikuti tanah dan ratusan unit rumah Balaroa seakan bergelombang.

"Itu rumah seperti jatuh dulu kedalam tanah dan bunyi besar sekali, setelah itu semua rumah seperti gelombang di laut baru berputar-putar," ungkap Misnah.

Misnah adalah salah satu saksi mata saat ratusan rumah itu seperti diatas air laut. Rumah Misnah adalah rumah yang terakhir berbatasan dengan Perumnas.

Misnah menceritakan, kejadian gempa saat imam membacakan surah Al Fatihah di masjid dekat rumahnya, saat itu Misnah hendak berwudhu untuk salat Magrib.

"Tapi tiba-tiba bunyi dari dalam tanah, tenyata rumah depan rumah saya jatuh kedalam tanah. Disitu saya dengan cucu saya lari keatas gunung," kata Misnah.

Misnah menyebutkan, bahas orang asli Palu menyebutkan Palu Naombo atau "Palu Jatuh". Sementara waktu itu ada even Palu Nomoni atau "Palu Berbunyi".

"Jadi kita memeringati Palu Naombo atau jatuh. Kan itu ada kegiatan Palu Nomoni di pantai Talise yang itu kena tsunami, jadi jangan salah," lanjutnya.

Setelah gempa, Misnah pun kembali ke depan rumahnya memastikan tetangga deoan rumah baik-baik saja. Tapi yang ia temukan hanya jurang sekitar 6 meter.

"Saya kedepan rumah hanya debu saja. Itu rumah semuanya bergeser kebawah sana, setelah itu saya dengan teriakan orang minta tolong itu," jelas Misnah.

Dalam kejadian ini, salah satu anak Misnah, Nurmaningsih (30) meninggal dunia karena terkena reruntuhan dari gedung tempat anaknya itu bekerja.

Pantauan tim tribun timur.com, mulai dari Balaroa atas ke Perumnas Balaroa, terlihat bentukan ombak dan sebuah pola kehancuran berbentuk putaran.

Bahkan jalanan dan beton dalam lokasi Perumans Balaroa, terlihat membentuk ombak, rumah-rumah beton seperti rata dengan tanah, rumah papan pun hancur.

Warga yang selamat mengumpulkan sisah-sisah pakaian, piring-piring atau perabotan rumah yang masih bisa untuk dipergunakan di kamp pengungsian. (*)

SHARE TO YOUR FRIENDS